Setelah saya berkomitmen untuk mengikuti Yesus, saya berfokus untuk membagikan Injil. Namun, saya masih mengandalkan pemahaman saya sendiri—saya belum memahami bagaimana Tuhan secara unik menghendaki saya untuk menjalaninya. Saya sampai pada titik di mana saya bertanya pada diri sendiri: "Adakah alasan unik mengapa Tuhan menempatkan saya di sini? Adakah wadah yang telah Dia berikan kepada saya untuk membagikan pesan-Nya?"
Saat itu, saya tidak tahu harus fokus pada apa—sepak bola, sekolah, atau apa yang orang lain katakan tentang saya. Berbagai suara memberi tahu saya apa yang harus saya lakukan, tetapi saya hanya ingin mendengar suara Tuhan. Jadi, saya melakukan retret, dan saya menyendiri di kamar selama beberapa hari. Saya mengabaikan kebisingan di sekitar saya agar saya dapat mendengar suara Tuhan, jauh dari gangguan. Inilah awal dari pemahaman akan tujuan hidup saya.
Terkadang, kebisingan dari orang-orang di sekitar kita, atau bahkan pikiran kita sendiri, dapat menenggelamkan suara Tuhan. Itulah mengapa penting untuk menciptakan ketenangan di mana kita dapat mendengar dari Bapa kita, pelatih utama kita.
Saya telah diberi bakat sepak bola. Saya tidak akan bermain hanya untuk menghibur orang atau untuk mendapatkan gaji. Saya bermain untuk sesuatu yang lebih. Di saat-saat hening di kamar saya, Tuhan berbicara kepada saya dengan jelas. Dia ingin saya memasuki dunia sepak bola agar orang lain dapat belajar dari perjalanan saya. Saya akan membuktikan bahwa meraih sukses di level tertinggi tanpa mengorbankan iman adalah hal yang mungkin.
Tuhan menempatkan orang yang berbeda di bidang yang berbeda untuk menyampaikan pesan-Nya di sana. Dia telah dengan sengaja dan terencana menempatkan Anda untuk membagikan kasih-Nya, apa pun tempat atau posisi Anda.
Karena saya yakin dengan tujuan saya, saya bebas untuk berani membagikan kisah saya. Kisah-kisah kita memiliki kekuatan yang besar untuk memengaruhi orang-orang di sekitar kita. Sebagai orang Kristen, kita memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kepada orang lain bukti kasih karunia dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
Tantangan
Bagaimana Anda dapat dengan berani membagikan bukti kebaikan Tuhan dalam hidup Anda kepada seseorang minggu ini?
Suara atau pikiran apa yang menghalangi Anda mendengar suara Tuhan? Bagaimana Anda bisa menciptakan waktu khusus untuk menyendiri bersama-Nya sepanjang hari?
Luangkan waktu sejenak untuk duduk dalam keheningan dan kesunyian bersama Tuhan. Ambil buku catatan dan pena. Dan dengarkanlah. Ke mana Tuhan telah mengarahkan langkah Anda untuk menyampaikan pesan-Nya? Mungkin kepada bangsa-bangsa, atau mungkin kepada sesama Anda. Tidak ada ladang misi yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi Tuhan untuk dikerjakan.
Doa
“Tuhan, bantulah aku untuk tetap fokus kepada-Mu di tengah hiruk pikuk dunia. Bantulah aku untuk meredam segala gangguan agar aku dapat mendengar suara-Mu. Dalam keheningan ini, bimbinglah aku ke tempat yang telah Engkau persiapkan bagiku untuk membawa Injil. Dalam nama Yesus, Amin.”
← Mainkan Posisi yang Tepat untuk Anda: Dari Performa hingga Tujuan | Fokus pada Hadiah: Menatap Ekspektasi versus Menatap Tujuan →